Monday, 29 March 2010

Copy file lebih cepat dan informatif dengan TeraCopy

Sebelumnya saya tidak mengira jika proses copy file-file (dan folder) di windows bisa dipercepat dengan software. Sebelumnya saya mengira hanya bergantung dengan spesifikasi hardware (Hardisk, CPU, RAM dll). Tetapi ketika menemukan software gratis TeraCopy, apa yang selama ini saya ketahui ternyata salah.
Dengan TeraCopy, proses copy data terutama antar hardisk, dari CD/DVD ke hardisk atau flashdisk ke hardisk akan mengalami peningkatan.
TeraCopy merupakan program yang relatif kecil, bermanfaat dalam meningkatkan kecepatan ketika memindah atau copy file, terutama dari media yang satu ke media lainnya.

Beberapa Fitur TeraCopy
•    Copy file lebih cepat. Dari beberapa test, copy file dengan tera copy memang lebih cepat dari copy file biasa. Perbedaan bisa mencapai 20% lebih cepat. Hal ini karena teknik copy yang digunakan berbeda dengan windows.


•    Pause dan Resume proses copy. Jika copy file dengan bawaan windows, kita tidak bisa menghentikan proses copy kemudian melanjutkan setelah beberapa waktu
•    Error recovery. Jika terdapat error dalam copy file, TeraCopy akan mencoba membaca file tersebut beberapa kali. Jika tidak berhasil, file tersebut bisa diabaikan (skip) dan proses pemindahan tetap berlanjut.
•    Menampilkan daftar file lebih informatif, dan bisa menyimpan informasinya ke text file.
•    Shell Integration. Setelah di install TeraCopy otomatis mengganti proses Copy dari windows, sehingga kita bisa bekerja seperti biasa (Fitur ini dapat di non aktifkan)
•    Mendukung Unicode.
•    Selain mendukung Windows 32 bit, juga mendukung Windows 7 64 bit.
•    Proses Copy tetap berlangsung meski ada file yang tidak bisa di copy.
Beberapa Test Perbandingan
Berikut beberapa test yang saya lakukan untuk mengetahui perbedaan proses copy file + folder ketika menggunakan TeraCopy atau dengan bawaan windows.
Flash Disk ke Hardisk
Test berikut dilakukan dengan meng-copy data dari flashdisk ke hardisk ( 393 files, 34 folder, total sekitar 1 GB). Test di ulang 3-4 kali.
Bawaan Windows rata-rata 53 detik.
Dengan TeraCopy rata-rata 41 detik
Copy dalam satu Hardisk


Berikut test copy data dari drive yang berbeda dalam satu hardisk (disini dari drive H: ke drive C:). Jumlah file 10 buah dengan bersar masing-masing sekitar 200 MB ( total sekitar 2.1 GB)
Bawaan Windows : 1 menit 33 detik
Dengan TeraCopy : 1 menit 14 detik
Copy 16.274 files, 92 folder (total ukuran sekitar 38 MB). Ukuran files rata-rata 2 KB (bervariasi sekitar 1 KB sampai 50 KB)
Bawaan Windows : 1 menit 18 detik.
Dengan TeraCopy : 1 menit 18 detik.
Copy 1 file dengan ukuran sekitar 700 MB
Bawaan Windows: 27 detik
Dengan TeraCopy : 19 detik
Copy 2.765 files dengan total sekitar 1.25 GB
Bawaan Windows 1 menit 48 detik
Dengan TeraCopy 1 menit 38 detik


Hardisk ke Flashdisk
391 files, total 1 GB data
Bawaan Windows 3 menit 45 detik
Dengan TeraCopy 3 menit 51 detik


Dari beberapa Test diatas, secara umum copy data dengan TeraCopy memang lebih cepat di banding dengan proses bawaan windows. Pengecualian terjadi ketika copy data yang cukup besar dengan data yang ukurannya kecil-kecil yang tidak ada perbedaan waktunya. Selain itu juga Copy data ke Flashdisk, hal ini dikarenakan Flashdisk mempunyai daya tulis yang rendah dibandingkan hardisk, sehingga teknik yang digunakan tidak banyak bermanfaat untuk meningkatkan kecepatan.

Setelah TeraCopy di install, maka ketika kita copy atau memindah file, operasi ini akan diganti dengan tampilan TeraCopy seperti gambar diatas. Untuk mengembalikan proses copy dengan windows biasa, selain di uninstall, bisa juga di non aktifkan melalui menu preference. Caranya, buka TeraCopy, klik Icon TeraCopy, lalu pilih Preference lalu hilangkan pilihan “Use TeraCopy as default copy handler dan klik OK.
Download TeraCopy



sumber : ebsoft.web.id

Saturday, 27 March 2010

MEMBUAT PARTISI PADA FLASDISK

Langkah untuk membuat partisi dalam flashdisk adalah :

Membalik RMB Flashdisk

1. Kita unduh terlebih dahulu BootIT disni lalu kemudian kita extract
2. Pasang USB Flashdisk kita di komputer lalu mulai jalankan BootIT.exe  dan setelah itu kita klik “Flip Removable Bit” seperti pada gambar di bawah ini.

3. Lepaskan flashdisk dari komputer, lalu pasang kembali. Pada langkah ini maka flashdisk kita akan terdeteksi oleh windows menjadi Fixed Disk (flashdisk kita bukan removable disk lagi). kita bisa melakukan pengecekan dengan cara kita lakukan klik kanan di Flashdisk kita lalu cek di Device Properties.

Membuat partisi dalam Windows

Cara ini mengharuskan kita sudah menyelesaikan langkah di atas.

1. Klik “Start” lalu pilih “Run”, kemudian kita ketikan diskmgmt.msc dan tekan enter.

2. Di tampilan Disk Management, kita lakukan klik kanan pada posisi Flashdisk kita lalu kita klik Delete Partition, untuk lebih jelasnya silahkan lihat gambar di bawah ini.

3. Lakukan Klik kanan pada USB Flashdisk kita lalu kemudian kita pilih New Partition, lebih jelasnya silahkan lihat gambar berikut.

5. Silahkan lakukan urutan langkah-langkah pada New Partition Wizard lalu kemudian kita bikin “Primary Partition”. Ketika kita ada di bagian pilihan “Partition Size”, Silahkan berikan nilai yang HARUS “kurang dari” dari kapasitas maksimum USB flashdisk kita supaya dapat membuat sisa ruangan untuk partisi selanjutnya. (LEBIH jelasnya silahkan ikuti gambar berikut)

5. Pada langkah ke lima ini kita kita tinggal Lanjutkan Wizard, dan juga memberikan Pilihan nama dan kemudian melakukan format partisi. untuk rekomendasi silahkan gunakan yang FAT32.

6. Sesudah membuat partisi yang pertama, kita bisa melakukan penambahan partisi dengan cara mengulangi langkah yang ada di nomor 3 sampai ke nomor 5

sumber : hasiaulia.net

Saturday, 20 March 2010

3 Tool Untuk mengembalikan data yang hilang

mengembalikan data yang hilang dari hdd karen terhapus ataupun terformat dengan mengguanak tool
berikut ini 3 tool untuk mengembalikan data anda yang hilang pada hdd :

1. http://www.ontrackdatarecovery.com/data-recovery-downloads/

IMPORTANT: To avoid overwriting data, do not download or install EasyRecovery on to the media or partition on which you are experiencing data loss. If your system has one drive with one partition, install EasyRecovery on another system and create Emergency Media.

These free trials include both Windows® and DOS versions. The free downloads are Windows-based installation files. They can be run once from a working Windows operating system. After installation, select the EmergencyMedia tool to create the DOS version

2. http://www.essentialdatatools.com/products/filerescuepro/

FileRescue Pro is an easy to use, but powerful software utility designed to restore accidentally deleted files and folders. It allows you to recover files that have been removed from the Recycle Bin, as well as those deleted by-passing the Recycle Bin (e.g. Shift-Delete). It will also recover files deleted by virus or Trojan attacks, unexpected system shutdown and software faults. 100% FREE to try.

FileRescue Pro works under Windows and supports the FAT12, FAT16, FAT32, NTFS and NTFS 5 file systems, even if such partitions are formatted, changed, damaged or deleted.



3. http://www.runtime.org/data-recovery-products.htm

GetDataBack for NTFS V4.00
Recover your files from an NTFS drive when the data is no longer accessible due to formatting, fdisk, virus attack, power or software failure. Get everything back even when the drive's partition table, boot record, Master File Table or root directory is lost or corrupt.

Wednesday, 17 March 2010

Award BootBlock BIOS v1.0

 Anda Pernah Mengalami Hal Seperti gambar ini pada komputer anda ?
jika jawabya ia..... ikuti langkah berikut ini !

BIOS ROM checksum error
Detecting floppy drive A media...

I have tried to put in a bootable floppy disk. I've tried to write in the autoexec.bat to run awdflash and the system wont run the floppy disk. The light is on the floppy drive and you can hear the floppy reading any floppy disk but it wont contiune to proceed.

I was flashing my ASUS BIOS from ver 1005 to ver1010 via windows using ASUS LIVE UPDATE and everything went fine and it asked me to reboot my pc. I said OK and after it rebooted I got the above message. Ive tried to remove my battery and swap the jumpers, still nothing. HELP ME PLZZ
http://www.computing.net/process/awdflash
atau download disini
download juga aword bios utillity

http://wareseeker.com/free-new-phoenix-bios-d686/

Tuesday, 16 March 2010

Merubah FAT ke NTFS

Sedikit info NTFS di kenalkan pertama pada Windows NT dan merupakan file system yang benar benar berbeda di banding teknologi FAT. NTFS menawarkan security yang jauh lebih baik , kompresi file, cluster dan bahkan support enkripsi data, sedangkan FAT tidak mempunyai security dalam data dan semua Operating System yang terinstall memiliki akses 100% kepada partisi yang menggunakan FAT (read,write,delete,execute)


Biasanya konfersi ke NTFS selalu terjadi ketika kita menginstal windows di pc kita, akan ditanya apakah mau di Format With NTFS or FAT. Namun pada flashdisk tidak ada pilihan format to NTFS, hanya ada FAT or FAT32. Tapi kita bisa melakukan conversi tersebut dengan resiko kehilangan data yang kecil.

Caranya :
pertama :

- masukan USB ke PC/Laptop
- Klik kanan Properties di Flashdisk anda
- Pilih Hardware n pilih Disk Drive FDnya.. lalu Properties lagi
- terakhir masuk ke Policies > Optimize For Performance > OK
- lalu coba Format seperti biasa, Pilih NTFS

kedua :

1. Masuk ke Start>Run
2. Lalu ketik cmd
3. Sekarang ketik CONVERT [drive] /FS:NTFS 
atau ketik : Help Convert untuk melihat petunjuk terlebih dahulu, lalu ikuti dialog yang ada



sperti nih commandnya ( misalkan drive G yang ingin saya convert ) : CONVERT G: /FS:NTFS dan tekan Enter.

sekarang flashdisk anda telah menggunakan format NTFS dengan security dan kelebihan yang bagus. Namun jika anda melakukan downgrade ke FAT or FAT32 lagi, kemungkinan data-data anda akan hilang ketika konversi.

CARA MEMATIKAN AUTORUN PADA WINDOWS

banyak cara yang dapat kita lakukan untuk antisipasi masukkanya virus secara otomatis pada komputer kita, salah satunua adalah dengan mematikan AutoRun pada windows yang kita pakai
caranya
1. Menggunakan software tweakUI ( dan disana anda bisa mengidit sesuai dengan keinginan) atau dengan menggunakan :
2. Menggunakan group policy editor (gpedit)
3. Mengedit langsung registry menggunakan regedit

Menggunakan software TweakUI mungkin merupakan cara paling mudah, tapi harus di instal ke komputer kita, karena tidak tersedia dalam CD master windows. 

sedangkan mengedit langsung ke registry tidak direkomendasikan untuk awam karena tidak 'user-friendly' dan dapat membahayakan sistem. OS. dan sekarang coba pake cara ke 2 saja yaitu dengan memanfaatkan Gpedit. (Group Policy editor)

Caranya mudah :
Klik start lalu Run lalu ketik gpedit.msc lalu tekan Enter atau OK. 


Di jendela Group Policy tersebut, carilah Computer Configuration, lalu masuk ke Administrative Templates, dan dilanjutkan ke System. di jendela sebelah kanan cari setting  Turn off Autoplay



Dobel klik setting tersebut, lalu pilih Enabled. Pada opsi "Turn off Autoplay on: ", pilih All drives. 


dan pada menu Gpedit ini anda bisa merusab yang lain seperti mematikan acces explore, propertis, menyembuyikan Drive tertentu, dll.

Thursday, 4 March 2010

memperbaiki registri yang rusak karen virus

registri adalah merupakan hal terpenting bagi seorang teknik dalam menjalankan OS windows, entak itu windows 2000, XP, vista atau lain sebagainya


terkadang kita kita perlu untuk menyembunyikan atau mendit suatu file melalu registri, tapi bagaimana kalo registri itu tidak bisa di access karena terkena virus atau karena ada yang usil berikut

biasanya jika registri tidak aktif sering tampil seperti :

Registy editing has been disable by your system Administrator


jika di Klik – START – RUN – REGEDIT

solusinya msalah di atas adalah :
1. Start >> Run >> gpedit.msc
2. setelah muncul diaolog, anca cari : [User Configuration] >> [Administrative Templates] >> [System]
3. pada panel sebelah kanan anda cari : [Prevent Access to Registry Editing Tools]
4. doble klik pada :[Prevent Access to Registry Editing Tools]
5. Pada jendela yang muncul pilih NOT CONFIGURED atau DISABLED, untuk mengaktifkan kembali fungsi regedit


atau menggunakan carai lain berikut ini :


1. start >> Run >> lalu masukan kode di bawah ini :

REG add HKCU\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\System /v DisableRegistryTools /t REG_DWORD /d 0 /f

2. Tekan enter

3. selesai
◄ Posting Baru Posting Lama ►
 
Powered by Blogger.

Total Pageviews

Contact Us

Name

Email *

Message *

Copyright 2013 Komputer dan Jaringan Powered by Blogger