Tuesday, 8 June 2010

Apa yang dimaksud dengan Speedy?


Speedy adalah nama produk PT Telkom yang merupakan layanan akses internet dengan kecepatan tinggi yang memiliki kemampuan akses untuk kecepatan upstream sebesar 64 kbps, sedangkan downstream sebesar 384 kbps dan 512 kbps, serta dapat melakukan percakapan telepon secara bersamaan saat melakukan akses internet.

Apa itu ADSL?
ADSL (Asymetric Digital Subscriber Line) adalah suatu teknologi modem yang bekerja pada frekuensi antara 34 kHz sampai 1104 kHz. Inilah penyebab utama perbedaan kecepatan transfer data antara modem ADSL dengan modem konvensional (yang bekerja pada frekuensi di bawah 4 kHz).
Keuntungan ADSL adalah memberikan kemampuan akses internet berkecepatan tinggi dan suara/fax secara simultan (di sisi pelanggan dengan menggunakan splitter untuk memisahkan saluran telepon dan saluran modem).

Apakah nomor telepon ISDN bisa ADSL?
Sementara ini pelanggan ISDN masih belum bisa dilayani ADSL, akan tetapi apabila masuk cakupan daerah layanan ADSL maka bisa dilayani dengan terlebih dahulu melakukan pasang baru telepon biasa (POTS).

Mengapa nomor telepon saya tidak bisa ADSL?

Ada beberapa sebab kenapa nomor telepon Anda tidak bisa dilayani ADSL, antara lain :
Di area sentral tersebut belum terpasang perangkat DSLAM ADSL.
Jaringan telepon menggunakan jaringan kabel optik. Misalnya: ONU, DLC dll.
Jaringan tembaga yang digunakan kurang baik kualitasnya dan tidak ada jaringan cadangan untuk dipindah salurannya.

Apa yang membedakan Speedy dengan Telkomnet Instan?
Speedy sangat berbeda dengan Telkomnet Instan walaupun jaringan kabel yang dipakai sama. Perbedaannya antara lain :
ADSL bisa melewatkan komunikasi suara dan data secara simultan, sedangkan koneksi Telkomnet Instan hanya dapat melewatkan salah satunya (data saja atau suara saja).
Band frekuensi yang dipakai berbeda. POTS menggunakan band frekuensi 0,3 – 32 kHz sedangkan ADSL menggunakan 34 kHz – 1104 kHz.
Kecepatan transfer data (upstream/downsteram) jauh berbeda.
Tarif Telkomnet Instan dihitung berdasarkan durasi, sedangkan tarif Speedy dihitung berdasarkan usage (volume data).
Bagaimana cara mendapatkan modem ADSL?
Modem ADSL banyak dijual di pasaran, dengan variasi harga dari sekitar Rp 600 ribu sampai dengan Rp 3 juta.

Faktor apa saja yang membedakan harga modem?
Modem dibedakan dari beberapa aspek, antara lain:
Kemudahan dari sisi setting mulai dari yang harus menginstalasi driver sampai yang dapat disetting melalui browser.
Jenis koneksi, dari yang menggunakan koneksi USB, koneksi ethernet, gabungan USB dan ethernet, sampai dengan akses wireless.
Kemampuan fitur, dari yang hanya memiliki setting VCI dan VPI sampai dengan yang memiliki kemampuan menjalankan fungsi router seperti: NAT, routing, access list, dan sebagainya.

Bagaimana cara memilih modem ADSL yang baik?
Tips untuk mendapatkan modem ADSL yang baik adalah sebagai berikut:
Apakah modem tersebut digunakan untuk beberapa PC atau hanya satu PC. Jika untuk satu PC cukup modem dengan 1 port USB dan atau 1 port ethernet, tetapi apabila akan digunakan untuk beberapa PC maka bisa digunakan modem yang dilengkapi dengan beberapa port ethernet (berfungsi sebagai hub).
Gunakan modem yang compatible dengan sistem operasi dari PC anda seperti Windows atau Linux. Dari pengalaman di lapangan ada beberapa jenis modem USB yang tidak compatible dengan Windows 98 atau Windows 2000.
Jika memiliki dana yang cukup lebih baik menggunakan modem yang memiliki kemampuan setting melalui web karena dapat dioperasikan dengan berbagai jenis sistem operasi dan browser serta mudah dalam pengoperasiannya.

Bagaimana cara melakukan setting modem yang benar?
Cara setting modem ADSL adalah sebagai berikut:
Ada jenis modem yang settingnya menggunakan CD driver yang tersedia dalam paket pembelian, dan ada modem yang settingnya melalui browser (misalnya Internet Explorer).
Jika modem bisa disetting melalui browser, maka setting dilakukan dengan mengakses alamat http://192.168.1.1, http://10.0.0.2, atau alamat lainnya sesuai dengan petunjuk dalam buku manualnya. User dan password juga disertai di buku manual.
Setelah masuk ke menu setting maka masukkan parameter berikut:
a. PVC Configuration = VCI : 81, VPI : 8
b. Service Category = UBR Without PCR
c. Protocol / Connection type = PPPoE
d. Encapsulation = LLC / Snap-Bridging

Pada PC (pada Local Area Connection Properties), masukkan parameter berikut:
e. Pilih Obtain an IP address automatically
f. Preferred DNS Server : 202.134.1.10
g. Alternate DNS Server : 202.134.0.155

Untuk line rate 384 kbps, berapa bandwidth maksimum yang saya dapatkan?
Mendekati 337 kbps.

Untuk line rate 384 kbps, berapa throughput (kecepatan download) yang bisa saya dapatkan?
Sekitar 40 KB/s.

Untuk line rate 512 kbps, berapa bandwidth maksimum yang saya dapatkan?
Mendekati 450 kbps.

Untuk line rate 512 kbps, berapa throughput (kecepatan download) yang bisa saya dapatkan?
Sekitar 52 KB/s.

Kenapa bandwidth maksimum tidak bisa mencapai 384 kbps atau 512 kbps?
Karena adanya protocol overhead, seperti: Ethernet header, PPPoE (point to point protocol over ethernet) header, dan lain sebagainya.

FAQ Troubleshooting
Tidak bisa melakukan koneksi ke Speedy
Matikan modem beberapa saat lalu hidupkan kembali.
Lakukan tes dial tone dengan mengangkat handset pesawat telepon dan pastikan terdengar nada pilih (dial tone). Jika sudah terdengar maka lakukan langkah ke-3.
Tanyakan ke customer service Speedy, apakah terjadi gangguan masal.

Sudah terkoneksi ke Speedy, tetapi tidak bisa browsing

Lakukan tes dial tone dengan mengangkat handset pesawat telepon dan pastikan terdengar nada pilih (dial tone). Lakukan langkah ke-2.
Deteksi LAN card dengan menonaktifkan (disable) lalu di aktifkan kembali dengan mengklik Enable (Control Panel – Network Connection – LAN Connection).
Sebaiknya aplikasi internet browser diupdate dengan versi terbaru.
Pastikan PC tidak terkena virus.

Belum pernah terhubung ke Speedy/setting terhapus

Lakukan konfigurasi modem ADSL melalui aplikasi berbasis web yang disediakan oleh produsennya. Jika kurang jelas hubungi vendor/toko tempat Anda membeli modem.
Lihat apakah ada perubahan user & password Speedynya. Jika tidak, lakukan langkah ke-3.
Jika PC Anda terinfeksi virus, hilangkan virusnya terlebih dahulu.
Lakukan koneksi ke Speedy dengan memasukkan user & password.
Rebooting PC Anda, pastikan bahwa LAN card sudah terdeteksi dengan tampilnya icon Network Connection di pojok kanan bawah.

Koneksi ke Speedy sering putus

Lakukan tes dial ke nomor telepon tertentu.
Jika suara saluran telepon Anda tidak bersih (kemrosok), hubungi customer service atau 147 dan mintalah perbaikan jaringan

referensi : 

http://www.taringa.net/posts/downloads/1929485/Utilidades-Esenciales-Para-Nuestra-Computadora.html
http://www.xrio.com/technology/bonded-adsl.aspx

Instalasi DHCP Server

Cara Melakukan Setup Dan Konfigurasi DHCP Server, Konfigurasi Scope IP Address, Dan Authorisasi DHCP Server Pada Suatu Infrastruktur Jaringan

Pada artikel sebelumnya sudah dibahas tentang pentingnya peran DHCP server dalam infrastruktur jaringan windows 2003, begitu juga studi kasus dalam implementasi jaringan windows 2003 juga telah disinggung tentang kebutuhan sebuah DHCP server pada site Guinea Smelter dengan konfigurasi sebagai berikut:

Server Name: GUISML-HR-DHCP1
IP Address: 192.168.101.240/23
DNS servers: 192.168.101.253 dan 192.168.101.252
Scope IP Address: 192.168.100.1 – 192.168.101.254
Subnet mask: 255.255.254.0
Default Gateway: 192.168.101.254
Exclusion: 192.168.101.200 – 192.168.101.254

Perhatikan notasi /23 pada penulisan IP address diatas yang telah dibahas pada design IP address yang berarti jumlah bit “1” untuk subnet mask 255.255.254.0 sebanyak = 23.

Setup DHCP server

Windows server dimana anda akan fungsikan sebagai DHCP server harus diberikan IP address statis yang juga berada pada subnet yang sama dengan konfigurasi Scope DHCP server.

Sebelum sebuah server windows bisa difungsikan sebagai DHCP server, maka pertama kali yang harus dilakukan adalah instalasi ‘DHCP server role’ terlebih dahulu. Bagaimana caranya?

Anda harus logon sebagai administrator – misal sebagai member dari domain local security group ‘DHCP Administrator’ atau member dari global group ‘Domain admin’ untuk bisa install dan me-manaje DHCP server.

DHCP server role tidak diinstall by default dalam windows, maka kita harus install terlebih dahulu role ini.

Klik Start => pilih ‘Manage Your Server’ => klik ‘Add Or remove a role’ => pilih ‘DHCP role’ => kemudian klik ‘Next’ untuk memulai instalasi role DHCP server, biarkan instalasi sampai selesai.

Atau anda juga bisa menggunakan ‘Windows component wizard’, buka ‘Control panel’ dan dobel klik ‘Add and Remove Programs’ => ‘Add / Remove Windows Component’ => di dalam Networking Services, component DHCP ada dalam sini bersama component DNS.

Setelah selesainya installation wizard anda bisa melakukan verifikasi kalau services DHCP server sudah terinstall dengan benar, dengan jalan membuka tool console administrative DHCP. Untuk mengakses console DHCP, Klik Start => Administrative Tools => DHCP

Dari console DHCP ini anda bisa melakukan konfigurasi DHCP dan memanagenya secara virtual semua fitur yang berhubungan dengan konfigurasi DHCP server anda termasuk Scope, Exclusion, Reservation, dan juga Options.

Authorisasi Server DHCP

Jika DHCP server ini akan di integrasikan kedalam jaringan Active Directory, maka harus di Authorisasi. Yang bisa di Authorized hanyalah domain controller dan member server yang berpartisipasi kedalam active directory. Dan DHCP server pertama kali yang ada dalam suatu system active directory haruslah yang authorized. DHCP server yang ada pada stand-alone server atau workgroup (tidak di Join domain) yang menggunakan Windows server 2000 atau Windows server 2003, tidak bisa diauthorized dalam jaringan active directory. Akan tetapi bisa coexist dalam jaringan ini selama tidak di deploy pada suatu subnet yang ada DHCP server yang sudah authorized, DHCP server ini biasa disebut rogue server. Akan tetapi konfigurasi seperti ini tidak direkomendasikan. Dan jika rogue DHCP server mendeteksi adanya DHCP server yang authorized pada subnet yang sama, maka secara automatis DHCP server ini akan berhenti melayani pemberian IP address kepada clients.

Untuk melakukan authorisasi DHCP server cukup klik kanan pada node DHCP server ini dan pilih Authorize. Akan anda harus menjadi member global security group Enterprise Admins untuk bisa melakukan authorisasi server DHCP.

Konfigurasi Scope

Scope dalam DHCP server adalah pool IP address didalam suatu logical subnet yang bisa diberikan / dipinjamkan kepada clients, seperti 192.168.100.1 sampai 192.168.101.254. suatu IP address yang ditawarkan kepada suatu clients disebut sebagai suatu ‘lease’, dan lease ini akan menjadi active dengan periode waktu tertentu. Clients harus melakukan pembaharuan ‘lease’ jika sudah mencapai 50% periode masa pinjam IP (defaultnya adalah 8 hari). Anda juga bisa secara manual memperbaharui lease IP address ini dengan menggunakan command: ipconfig /renew pada windows prompt.

Untuk membuat scope lakukan klik kanan pada node DHCP server dan pilih ‘new scope’ pada menu Action. Sekaligus anda juga bisa configure fitur-fitur lainnya yaitu:

* Scope Name Page, anda bisa memberikan nama scope
* IP Address range page, anda bisa memberikan mulai dan akhir dari cakupan IP address dalam scope ini.

Instalasi DHCP - New Scope Range

* Add Exclusions page, anda bisa memberikan range IP address exclusive yang tidak dipinjamkan kepada clients didalam range scope IP address. misalkan dicadangkan untuk piranti dengan MAC address tertentu.
Instalasi DHCP Server - Exclusion range

* Lease duration page, anda bisa menyetel lamanya masa pinjam pakai IP address kepada clients.

Selain konfigurasi Scope diatas, anda juga bisa melakukan konfigurasi Option berikut ini pada page-2 berikutnya dalam wizard instalasi scope ini atau anda bisa melakukannya nanti (setelah selesai instalasi wizaed ini).

Catatan: Jika anda memilih untuk melakukan setting Option setelah selesai wizard, maka anda tidak diberikan kesempatan untuk mengaktifkan scope ini, jadi anda harus melakukan pengaktifan secara manual sebelum scope ini bisa berfungsi.

Apa saja scope option yang bisa diisi?

* Router (Default Gateway) page, ini adalah opsional untuk memberikan default Gateway Address kepada clients
* Domain Name and DNS Servers page (opsional), anda bisa memberikan parent domain dan juga DNS server kepada clients.
Instalasi DHCP server - DNS Server Option

* WINS server page (opsional), untuk memberikan IP address WINS server. clients menggunakan WINS server untuk resolusi NetBIOS name kepada IP address.
* Activate Scope page (opsional), pilihan apakah anda menghendaki scope IP ini akan diaktifkan begitu wizard ini selesai.

Semua scope option ini bisa di modifikasi nantinya setelah selesai instalasi wizard melalui console DHCP.

IP Address Range

Anda bisa memasukkan semua IP address dalam scope pada subnet dimana anda mengaktifkan DHCP server, akan tetapi anda juga harus segera meng-exclusion kan semua IP address yang dipakai secara statis kepada semua server atau piranti jaringan lainnya.

Anda juga bisa memilih untuk membatasi IP address scope sampai pada batas dimana IP address dipakai untuk keperluan pemberian IP address statis kepada servers. Misalkan anda akan mencadangkan semua pemakaian IP address statis dari 192.168.101.200 sampai 192.168.101.254, maka scope anda harus berakhir sampai pada 192.168.101.199 saja. Jadi anda tidak perlu repot-2 membuat IP address exclusion.

sumber referensi

DHCP Server dan Sharing Internet di Windows XP

DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah protokol yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam satu jaringan. Sebuah jaringan lokal yang tidak menggunakan DHCP harus memberikan alamat IP kepada semua komputer secara manual. Jika DHCP dipasang di jaringan lokal, maka semua komputer yang tersambung di jaringan akan mendapatkan alamat IP secara otomatis dari server DHCP. Selain alamat IP, banyak parameter jaringan yang dapat diberikan oleh DHCP, seperti default gateway dan DNS server.

Sistem operasi yang digunakan komputer saya adalah Windows XP yang tentunya tidak menyediakan service DHCP, tidak seperti Windows Server atau linux. Akhirnya setelah mencari-cari ketemu juga free DHCP Server untuk Windows XP. Beberapa free DHCP Server antara lain:

* Antamedia DHCP Server, mempunyai window User Interface untuk mensetting DHCP Server. (http://www.antamediadhcp.com/)
* Tiny DHCP Server, mempunyai window User Interface untuk mensetting DHCP Server. (http://www.softcab.com/dhcp-server/index.php)
 * DHCP Server for Windows, tidak mempunyai window User Interface untuk mensetting DHCP Server. (http://ruttkamp.gmxhome.de/dhcpsrv/dhcpsrv.htm)
* Dual DHCP & DNS Server, tidak mempunyai User Interface untuk mensetting DHCP Server. (http://dhcp-dns-server.sourceforge.net/)

Konfigurasi Network dari komputer saya adalah sebagai berikut:
* Modem Router ADSL PROLiNK Hurricane 9200R
LAN Interface Setup: (lewat internet browser, ketikkan http://[IP Address Router]/,  misalnya tempat saya: http://192.168.1.1 (defaultnya http://192.168.0.1/)

2 NIC (lihat di Control Panel » Network Connections):

1 down ke jaringan lokal (saya namakan Downlink), klik kanan Properties:
Di tab General pilih item Internet Protocol, klik tombol Properties

    * IP Address: 192.168.2.1
    * Subnet Mask: 255.255.255.0
    * Preferred DNS Server: 192.168.1.1 (sesuai IP Address Router)

1 up ke internet (saya namakan Uplink) , klik kanan Properties:
Di tab General pilih item Internet Protocol, klik tombol Properties

    * IP Address: 192.168.1.2
    * Subnet Mask: 255.255.255.0
    * Preferred DNS Server: 192.168.1.1 (sesuai IP Address Router)

Di tab Advanced, di group box Internet Connection Sharing, centang Allow other network users to connect through this computer’s Internet connection.



DHCP Server

Untuk DHCP Server saya gunakan Dual DHCP & DNS Server (walau tidak mempunyai User Interface dan harus mengubah file teks konfigurasi secara manual namun ini adalah DHCP Server yang powerful . Sempat menggunakan Antamedia DHCP Server, namun ada masalah dimana Port 67 used by c:windowssystem32kernel32.dll, akhirnya saya uninstall. DualServer ini sesuai namanya selain sebagai DHCP Server tapi  juga menyediakan DNS Server. Dalam beberapa kasus, DNS Server ini memang dibutuhkan secara stand alone.

DualServer juga tersedia sebagai service yang bisa otomatis dijalankan ketika masuk Windows. Tapi untuk testing awal untuk memastikan DHCP Server sukses berjalan, sebaiknya dinonaktifkan terlebih dahulu service-nya, setelah testing berhasil dan fix, kita bisa mengaktifkannya.

Konfigurasi DualServer.ini

File konfigurasi ini dapat ditemukan di folder anda menginstall Dual DHCP & DNS Server, misal di “C:Program FilesDualServerDualServer.ini“. Settingan minimal yang saya gunakan adalah:
------------------------
[SERVICES]
#saya tidak menggunakan service utk DNS Server, jd hanya service DHCP yg aktif
'DNS
DHCP

[HTTP-INTERFACE]
#digunakan sebagai web interface untuk mengetahui IP address yang disewakan, sebagai contoh kita isi di URL http://192.168.2.1:6789
192.168.2.1:6789

[LISTEN-ON]
#walau ada 2 NIC,1 up ke internet (192.168.1.1) 1 utk jaringan lokal (192.168.2.1)
#saya set hanya listen ke NIC yg utk lokal saja
'192.168.1.1
192.168.2.1

[DHCP-RANGE]
'DHCP_Range=192.168.4.1-192.168.4.254
#Range IP Address yang diperbolehkan untuk di-lease/sewa

DHCP_Range=192.168.2.1-192.168.2.254

#default setting yang dipakai client untuk Subnet Mask
Subnet_Mask=255.255.255.0

#default setting yang dipakai client untuk DNS Server
DNS_Server=192.168.1.1

#default setting yang dipakai client untuk Gateway
Router=192.168.2.1

[TIMINGS]
#Lease_Time adalah waktu maximum client untuk menyewa IP (dalam detik) sebelum di-renew
#defaultnya 360000 detik(100 jam)
#0 untuk waktu yg tak hingga
 Lease_Time=360000
--------------------
Kemudian untuk mengetesnya, jalankan file RunStandAlone.bat dan apabila berhasil maka akan muncul tampilan seperti berikut:


Untuk mengetahui IP Address yang telah disewakan, dapat dilihat melalui internet browser, dengan mengetikkan IP Address beserta portnya seperti pada settingan di [HTTP-INTERFACE]. Dengan contoh diatas, kita ketikkan http://192.168.2.1:678, dan akan ditampilkan seperti berikut:

Apabila settingan telah berhasil dan fix, maka window stand alone dapat kita tutup dan kita jalankan service-nya. Untuk log-nya, secara default bisa kita buka folder log di dalam folder kita menginstall DualServer, misal C:Program FilesDualServerLog.

Monday, 7 June 2010

Cara Mencegah Orang Lain Menginstall Program Di Komputer dengan software

Buat kalian yang tidak ingin computer nya di install apapun oleh orang lain tanpa seijin dari yang punya, Kalian Bisa Menggunakan Aplikasi/Program Install-Block, kalo untuk warnet memang sangat diperlukan selain memakai DeepFreeze.
Untuk yang mempunyai warnet dengan Menggunakan aplikasi ini dengan tujuan agar user tidak macam-macam ngasal instal di komputer client.
Software ini sudah sekalian dengan crack nya jadi tidak usah bingung cari crack nya.
 download disni atau disini

Membatasi Akses Program pada Windows

Cara membatasi program di Windows bagian kedua ini. Untuk itu ikuti langkah-langkah berikut:

1. Klik Start Run dan ketik “gpedit.msc” (tanpa tanda kutip) lalu tekan Enter untuk membuka Group Policy Editor.
2. Pada jendela Group Policy Editor, bukalan User Configuration »» Administrative Templates »» System.
Disisi jendela sebelah kanan cari item yang bernama Don’t run specified Windows applications dan klik dua kali (double click) item tersebut.

Pada jendela setting yang muncul pilih opsi Enabled. Kemudian klik tombol Show yang ada di bawahnya.

Selanjutnya, di jendela yang muncul masukkan nama file executable dari program yang akan diblokir (block). Misalkan Anda ingin memblokir program agar karyawan atau anak-anak Anda tidak bisa amengakses internet, maka Anda akan memblock browser dan downloader seperti utorrent.exe untuk Utorrent, IDMan.exe untuk Internet Download Manager, firefox.exe untuk Firefox, iexplore.exe untuk Internet Explorer dan lain sebagainya. Nama-nama file executable dari masing-masign program bisa Anda lihat di path mereka, biasanya di folder Program Files.

6. Setelah semua program yang Anda ingin block selesai Anda masukkan, klik OK. Kemudian kli OK juga pada jendela sebelumnya.

Sekarang cobalah membuka program yang Anda masukkan dalam daftar program yang di block. Apakah program tersebut berjalan? Jika tidak berarti Anda berhasil. Nah sekarang semuanya telah selesai. Anda telah berhasil memblokir program di Windows. Sekian tips untuk membatasi program di Windows. Selamat mencoba!


sumber : mypc-spot.com

Mencegah User Menginstall Program yang ber-extensi .msi

Mungkin banyak dari Anda yang menggunakan satu komputer untuk beberapa orang, seperti komputer warnet, kantor ataupun sekolah. Kadang-kadang Anda yang merupakan adminstartor komputer tersebut sedikit kesal dengan user lain yang seenaknya menginstall program pada komputer tersebut. Timbul keinginana untuk menonaktifkan fungsi install program pada komputer tersebut. Lalu, bagaimana caranya agar user tidak bisa menginstall program pada sebuah komputer?

Ada sebuah cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah seorang user melakukan instalasi program pada sebuah komputer. Cara tersebuat adalah dengan memblokir Windows Installer atau yang dikenal dengan Microsoft Installer. Executable file dari program ini adalah msiexec.exe. Namun, perlu saya garis bawahi cara ini hanya mampu mencegah user untuk tidak menginstall program yang installernya berekstensi .msi. Jika setupnya mempunyai ekstensi .exe kemungkinan besar masih bisa dijalankan. Tips ini bisa Anda gunakan di Windows XP, Windows Vista maupun Windows 7.

OK. Langsung saja saya bahas cara mencegah user menginstall program pada komputer, satu persatu. Cara yang pertama adalah dengan memblokir program msiexec.exe. Untuk melakukan hal itu, Anda bisa menggunakan cara membatasi akses program pada Windows yang . Silahkan dibaca dulu tutorial tersebut. Pada langkah kelima (ke-5) masukkan “msiexec.exe” (tanpa tanda kutip) kedalam program yang ingin dibatasi. Untuk lebih jelasnya silahkan baca artikel Cara Membatasi Akses Program pada Windows.

Cara kedua untuk agar user tidak bisa menginstall program adalah dengan memblokir Windows Installer melalui group policy editor. Berikut langkah-langkahnya:

1. Klik Start » Run. Ketik “gpedit.msc” (tanpa tanda kutip) dan tekan Enter untuk membuka Group Policy Editor.
   2. Pada jendela Group Policy Editor, bukalah Computer Configuration » Administrative Templates » Windows Components » Windows Installer.

3. Di sisi jendela sebelah kanan, klik dua kali (double click) Disable Windows Installer.

Pada jendela Disable Windows Installer, pilih opsi Enable kemudian pilih Always pada Disable Windows Installer dropdown box yang disediakan.
5. Klik OK untuk menyimpan perubahan dan menutup jendela Setting.

Kini cobalah untuk menjalankan installer atau setup program yang berekstensi .msi untuk memeriksa apakah setting bekerja. Jika muncul sebuah dialog seperti gambar di bawah ini, berarti Anda telah sukses memblokir Windows Installer.
======================
Namun, jika setup program masih berjalan, coba periksa lagi setting tadi dan pastikan semuanya telah sama dengan tutorial yang saya berikan.

Sekian tips untuk mencegah user melakuakn instalasi program atau memblokir Windows Installer. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba!

Mengukur Bandwidth Internet dengan bandwidthplace

Mungkin suatu saat Anda ingin mengetahui berapa kecepatan internet Anda saat itu. Mungkin ada bisa mencoba bandwidth speed test. Disana lebih simple untuk mengetesnya. Tinggal klik start maka setelah ditunggu beberapa saat muncul deh berapa kecepatan Anda saat itu.
Last Result:
Download Speed: 192 kbps (24 KB/sec transfer rate)
Upload Speed: 95 kbps (11.9 KB/sec transfer rate)
Friday, June 18, 2010 10:09:56 PM


 atau anda juga bisa menggunakan http://speedtest.net/, contoh hasil yang seperti gambar berikut ini

Disana tertera kecepatan dalam bit dan byte. Tentu Anda mengetahui konversinya. 1Byte = 8bit. CMIIW. contoh yang saya dapatkan kecepatan seperti itu saat saya menggunakan Layanan Speedy
◄ Posting Baru Posting Lama ►
 
Powered by Blogger.

Total Pageviews

Contact Us

Name

Email *

Message *

Copyright 2013 Komputer dan Jaringan Powered by Blogger